Tuesday, April 14, 2015

My Vegan Shoes

Ada beberapa vegan sneaker fav gw... berikut ini list yang "ter" banget untuk vegan sneaker versi gw.. Ok yang paling pertama dan yang paling baru datang adalah The Guerra series dari Keep.




Y


Keep adalah produsen sepatu 100% vegan and cruelty free. Dan dari banyak series nya, gw love at the first sight dengan The Guerra.. The Guerra hadir dengan banyak design warna, tapi gw suka banget hi top perpaduan all black dengan gum sole. Tapi secara dollar masih "galak" ya udh gw ga order, nah pas suatu hari gw dapat info discount 30% plush free ongkir. Ya udah lah ya bosque.. gw order lah si Guerra ini .. Prosesnya cepat, dapat track id, confirmation, etc. Tapi ternyata karena free ongkir so mereka kirim lewat EMS Indonesian Post.

Proses pengirimannya yaitu 4 hari kerja dari tanggal order baru bisa di check Track ID nya, setelah itu 2 minggu baru dapat status "in transit in destination country" setelah 2 minggu lagi baru masuk ke EMS Pos Indonesia baru bisa di track statusnya "Departure From outward OE" trus "Arrival at Inward OE" lalu "Airport Handling" ... nah terakhirnya "Departure from Inward OE Adpis:12000" . Setelah gw check di beberapa web ternyata 12000 adalah kode kantor pos dan 12000 itu adalah kantor Pos Fatmawati, check ke 108 di kasi no helpdesk 021-75000222 / 7503009 / 75811743 dan semua nomor ini ajaib banget! Ga bisa di call, sibuk dan ga ada yang angkat. Akhirnya gw minta tolong teman untuk check ke Kantor Pos Fatmawati baru deh dapet nomer yang bener : +62 21 75817543 . Baru gw check telephone, helpdesk nya banyak membantu, dan paling ajaibnya besoknya langsung di anterin barangnya. :D

Padahal kalau gw check di web banyak banget yang ngeluh ga nyampe, sampe musti bayar pajak kalau barangnya diatas 50 USD. Tapi so far EMS ok banget koq, gratis, etapi ga tau ya apa keep yang bayarin ongkirnya :)

Ok Selanjutnya.. Saucony Jazz Low Pro Vegan! Saucony ga semuanya vegan, ada beberapa yang masih menggunakan bahan kulit. Tapi ini juga salah satu favorit vegan sneakers gw. Saucony semacam sudah menjadi seragam di kalangan scene vegan straightedge (XVgnXSxeX) . Oiya kalau yang belum tau apa itu vgnsxe bisa di googling kali ya. 


"Like your shoes de-calf? This Vegan friendly Saucony shoe contains no animal products, by-products or derivatives. Canvas and hemp create the classic design that looks as good as you’ll feel wearing them." Kata si Saucony . Ini termasuk ribet nyarinya, karena kadang di beberapa distro ada yang masukin dan gw lebih milih beli di teman karena ngorder adalah sakit kepala. Kali ini gw dapat info kalau salah satu store ada yang masukin, kalau ga salah Quickening. Order dan mendarat tanpa ribet dan pas banget! Thanks Scene :)

Dan yang berikutnya adalah the most famous shoes brand di scene. The all black cruelty-free "Vegan Old Skool" by Vans. Walaupun ga semua series oldskool adalah vegan, tetapi base on webnya hanya all black yang vegan. 


Untuk ini gw musti bener-bener research apakah oldskool ini bener vegan apa gak, karena ada beberapa review kalau vans old skool itu ga vegan. Setelah dari officially vans web confirm ini vegan baru deh. Oiya kalo ini ga perlu order karena sekarang sudah banyak vans store di mall.

Nah semua diatas ini khan casual ya, belum ada buat outdoor yang vegan. Sampelah gw di suatu web yang compare tentang outdoor equipment, salah satu review sepatunya ada yang keren dan vegan.. Dan gw lupa nama web nya.. and here we go : Five Ten Guide Tennie Canvas.


Sudah menemain lintas 6 negara, 3 pegunungan, 1 taman nasional dan terakhir ke kawah ijen dan baluran.. Just awesome. Solnya keren anti slip, ringan, dan kuat banget ujung sepatunya. Kelemahannya (dan hampir kelemahan semua vegan shoes) bahannya yang bukan kulit gampang buluk atau robek. Tapi dari sisi kenyamannya untuk outdoor sepatu ini Juara Banget! Agak susah juga untuk beli lokal, kebetulan waktu itu di BMTB (situs online shop untuk sepeda) lagi ada dan di sale karena ga laku, yaiyalah selain penggemar sepeda mana ada yang tau five ten? Oiya five ten lebih terkenal di kalangan penggemar sepeda gunung, down hill, parkour, panjat tebing, dan bmx ketimbang di kalangan pecinta sneaker casual. Dan tidak semua series yang di produksi Five Ten adalah vegan tapi hampir semua cabang olahraga ada vegan series nya. 


Brooks Ghost 6, sepatu running terbaik yang pernah gw coba! Udah pakai beberapa sepatu lari (no need to mention the brand rite?). Review untuk dari sisi vegan nya bisa di check ke VeganKicks . Jujur gw review nyari sepatu buat lari itu lama banget, sampai akhirnya gw check di Outdoorgearlab, web ini sering gw jadi rekomendasi untuk semua peralatan outdoor, karena review nya keren banget. Nah udah dapat khan target nya, pas check ke salah satu counter sport di Senayan City ada nih sepatu! Tapi harganya sekitar 1.8 jt... hehehe akhirnya karena mahal gw cari-cari lagi review yang lain. Terus suatu hari Tante dan Sepupu gw mau nyari sepatu di semacam tempat cuci gudang sport di Point Square, terus gw ikut dan setelah nyobain beberapa brand vegan running shoes kaya Saucony, New Balance dan Mizuno ya karena semuanya di Sale up to 80% jadi seadanya aja, size nya yang ada aja. Gw nemu Saucony Kinvara 4 yang vegan juga dan di rekomenin di Outdoorgearlab juga. Karena ga ada nomer yang masuk semua, akhirnya gw nyerah. Pas udah mau bayar, gw sambil males-malesan ngaduk di tumpukan and mata gw ngeliat ada Brooks! hell yeah gw nemu Ghost 6 dengan harga 500K! and size yang kegedean 1 size.. but who cares?? hahaha.. gw cobain ga gede-gede amat! And masih made in usa lagi.. and here we go.. gw pake untuk berlari-lari kemana aja.. and sepatu ini benar-benar nyaman banget.. cocok untuk jarak jauh and marathon.

Nah gitu deh story beberapa vegan shoes gw.. semoga berguna buat yang lagi mikir buat jadi vegan karena susah nyari vegan aksesoris.. So please remember :

"Animals are not ours to eat, wear, experiment on, use for entertainment, or abuse in any way."

Monday, March 30, 2015

2015 Noise blast

Ada beberapa gigs yang bisa datang dan semuanya keren.. walaupun ada juga yang keren tapi gak bisa dateng entah karena males, ujan atau bokek.. tapi sekarang setelah bekerja di end user jadi lebih ada waktu untuk bisa ajojing wif da noise.. The Geeks yang main di Rossi January 17 2015, trus ada Mac Demarco (gw lupa venue-nya) tanggal January 22 2015. Ok gigs pertama di tahun ini yang di bikin oleh Warrior Jakarta bekerja sama dengan Rookie Distribution yang berperan sebagai booking agent dan Jakarta Hammers (Westham United Fans Jakarta) Booze and Glory di Carburator Cafe, January 24 2015


Kerennya lagi skinhead dari beberapa negara tetangga banyak yang datang. Dapat kenalan segerombolan skinhead Malaysia dan malah mereka ngasi kenang kenangan Pin. Thanks lads. Untuk review nya bisa di check di Boozemagazine .

Dan tanggal January 29 2015 ada acara Grieving The Earth #7 di Rossi Music, dan band yang gw pngen banget liat di acara itu adalah Ora Iso , Duo Post Punk/Noise Rock dari New York, Jason Kudo and Kathleen Delay. Kathleen ini berdarah Indonesia dan lancar berbahasa Indonesia. 


Dan tanggal February 27 2015.. BANE!!! Terakhir liat Bane di Masberto May 2010, sebenarnya Bane datang lagi dalam rangka south east asia tour di Rossi Music tahun 2012, cuman gw dateng tapi ga masuk. Nah kali ini gw ketemu lagi setelah 5 tahun dengan Aaron :


Dan juga Aaron Dalbec ex Converge :


Aaron Dalbec ini juga vegan, oiya bicara tentang veganism, di acara ini gw ketemu Mascha, cewe vegan straightedge dari German yang sudah ikut tour puluhan dan mungkin ratusan band punk/hc ke seluruh dunia dan juga bikin website Vegan NY yaitu www.maschaartz.com . Check it out. 


Demikian 3 gigs yang keren (menurut gw) di 2015 ini. Masih ada lagi nanti Mob47 dan Carcass.. Indonesia sekarang sudah keren, dulu kayanya susah banget... Kalau ada photo yang keren di tiga gigs ini mau dong di bagi.. ya kali aja ada yang keren bisa di share.. ok, selamat hari senen dan selamat bekerja. 


Tuesday, January 06, 2015

Kawah Ijen dan Taman Nasional Baluran Trip

Setelah lama ga ngeblog karena satu dan lain hal, akhirnya di tempat kerja yang baru ini.. gak baru amat sih sudah setahun lah.. bisa ngeblog lagi tentang the latest trip.. tepatnya Family Trip!. Trip di mulai tanggal 26 December 2014, Natal hari kedua (yeah masih dalam suasana Natal! Merry Christmas and Happy New Year!)

Dengan Flight Airasia QZ 7696 Jakarta Surabaya, pkl 05;30 – pkl 06:50 pagi. Semuanya On Time walau ada yang telat dikit so musti lari-lari kecil biar ga ketinggalan.. Pkl 07:30 kita dijemput di Terminal Bungurasih / Bandara Juanda, Surabaya. O iya trip ini pakai Tur untuk efisiensi waktu dan supaya bisa dapat semua target wisata!. Berangkat menuju Kawah Ijen yang terletak di Banyuwangi, Jawa Timur. Kawah Ijen ini pernah di publikasikan dan terkenal di Perancis melalui tayangan Ushuwaia Adventure yang memperlihatkan Nicolao Hulot sang penjelajah, duduk di atas perahu karet bercerita tentang asal-usul Danau Ijen dengan derajat keasaman nol, memiliki kedalaman 200 meter dan volume hampir 40 juta meter kubik, salah satu danau kawah terbesar di dunia. Keasamannya cukup kuat untuk melarutkan pakaian dan jari jemari. Ok lanjut lagi tentang route menuju ijen. Karena perut udah teriak teriak so kita mampir makan di daerah Probolinggo, nama rumah makannya "Kencur".


Sekitar pukul 15.00 berada di area kaki Ijen, mampir sebentar buat photo-photo setelah sekitar 6 jam perjalanan. Pemandangan di Ijen Cafe ini bagus banget, tapi karena tidak bawa camera, jadi hanya ambil gambar dengan hp aja. Kita berenti gak begitu lama dan cuman ambil beberapa picture saja. Setelah ambil photo serta selonjoran dikit ngelurusin kaki, kita jalan menuju ke Arabika Homestay di dalam PTP Nusantara XII (Persero) Kebun Kalisat Jampit.

Arabika Homestay Access

Setelah loading semua barang ke kamar masing-masing, aku dan Maria dapat di kamar E2, kamarnya ok buat aku karena udah pernah ngerasain yang lebih parah di dalam lebatnya hutan, so semua tempat istirahat di atas rata-rata bagi aku, hehehe kurang objektif ya? cobain deh naik gunung sendiri, emang kaya orang gila sih, tapi begitu turun dan sampai dengan selamat di rumah, kamu akan bersyukur tentang banyak hal dan aku jamin jadi jarang ngeluh tentang "tempat istirahat" ketika traveling! Ok balik lagi ke Arabika Homestay, home stay ini kalau ga salah ada sekitar 12 kamar dengan triple, single dan double bed. Kurangnya cuman air panas di wc ga nyala, dan aku sekali lagi aku gak pernah bermasalah dengan namanya WC karena mungkin jarang mandi ya hahahaha...  Setelah semua sudah masukin barang, lanjut dengan observasi sekitar homestay, kita ke belakang, muter-muter ke kebun strawberry tapi ternyata ga buka karena penjaganya sudah pulang.

Belakang Homestay, ada lapangan olahraga dengan view pegunungan gugus pegunungan volcano.


View menuju kebun strawberry

Setelah rada kecewa karena kebun strawberrynya sudah tutup, kita semua balik dan nyobain kantin homestay, ternyata pelayanannya agak lama dan kurang friendly. Hampir menunggu sekitar 30 menit untuk mie goreng indomie, juice strawberry, dan kopi. Tapi juice strawberry nya enak! rekomen lah. Di kantin ini ada gambar Jampit Guest House, rumah jadul yang di sewakan dengan kapasitas sekitar 30an orang.

Jampit Guest House

Setelah chit chat, nongkrong, dan istirahat karena besok harinya harus berangkat pagi-pagi untuk mengejar blue fire yang paling bagus di antara jam 2-4 pagi karena setelah jam 4 pagi akan banyak asap belerang di kawah serta matahari yang sudah mulai terang sehingga cahaya blue fire sudah tidak terlalu terang lagi. Kami istrirahat sekitar jam 9:00 pm, dan rencananya jam 12:00 am sudah harus berangkat karena perjalanan dari homestay ke Post Paltuding itu sekitar satu jam, jadi kalau sesuai scheduled berangkat jam 12:00 am tiba di Post Paltuding jam 01:00 am melanjutkan ke puncak ijen 1.5 - 2 jam sehingga target jam 3 sudah di bibir kawah ijen, untuk selanjutnya turun dan bisa mengambil photo blue fire dari dekat.


Posko Paltuding 1,600mdpl, sebuah pos Perhutani di kakigunung Merapi-Ijen sebelum melanjutkan naik ke kawah ijen. Suhu sekitar16-18 Celcius, sangat di anjurkan memakai windbreaker, raincoat, atau Jaket. Tapi tergantung individu nya, aku lebih suka menikmati dingin karena kalau jalan dengan jacket yang terlalu tebal selain dehidrasi juga cepat lelah (ini pendapat pribadi loh ya).

Setelah itu kami melanjutkan pendakian ke kawah Ijen dengan di temanin satu guide ex penambang belerang, namanya Mas Hari. Mas Hari sebagai leader dan Mas Indra (Tour Guide) sebagai sweeper. Mulai dari gate terakhir kaki kawah ijen sampai dengan post yang lebih mirip warung di atas itu jalanannya nanjak terus dan gak ada bonus atau jalan datar sama sekali! Fisik harus fit! Tapi jangan kuatir karena banyak tempat istirahat di pinggir jalur pendakian berupa pohon tumbang dan beberapa posko kecil. Setelah berjalan sekitar 20 menit dua orang dalam rombongan (Maria dan Tante Wuri) ternyata kelelahan dan memlilih untuk turun. Kami melanjutkan perjalanan sekitar 1.5 jam hingga posko terakhir dan 30 menit sampai bibir kawah ijen. Kalau dari map perjalanan dari Paltuding ke kawah ijen itu berjarak 3 Km dan bisa di tempuh waktu sekitar 2 jam dengan jalan santai, tapi jangan bayangin jalanan yang rata.. semua TANJAKAN!

Setelah sampai bibir kawah dua anggota rombongan yaitu Om Yok dan Tante Ketrin memutuskan untuk tidak turun ke kawah karena memang selain turunan menuju blue fire di dasar kawah yang sangat curam perlu stamina double untuk naik kembali ke atas. Dalam menuruni jalan ke arah blue fire juga kita kerap berpapasan dengan penambang yang ramah walau beban di panggul sekitar 7 kg, jadi kadang kalau berpapasan dengan mereka pada saat turun ke kawah harap berhenti dan memberi jalan. Untuk turun ke kawah sebenarnya di larang tetapi kalau ada guide lokal bisa di kasi ijin. Di bibir kawah ini juga banyak yang jual souvenir dari belerang, saran saya sih kalau bisa di beli, selain murah perjuangan mereka untuk mengangkat belerang membentuk menjadi souvenir itu sebenarnya sebagian kisah pilu diantara keindahan ijen, karena seringnya mengangkat berat pundak mereka tak jarang kapalan dan tulangnya bergeser, belum lagi paru-paru mereka yang sebagian besar rusak karena menggunakan masker yang seadanya.

Bibir Kawah

Blue Fire yang cuman ada dua di dunia, satunya lagi di Islandia.

Setelah mengambil gambar blue fire dan asap belerang sudah mulai memenuhi kawah, kami memutuskan untuk segera naik, dan tidak sempat untuk mengambil gambar danau ijen. Menanjak kembali ke bibir kawah dengan keadaan asap belerang yang cukup pekat merupakan sebuah kesulitan sendiri karena jalan menanjak menggunakan masker bagi yang tidak biasa akan sangat menyesakkan paru paru dan bisa pingsan. Saran saya apabila mau balik ke bibir kawah lebih baik melepas masker, tapi itu pendapat saya loh, mungkin beda untuk individu lain.

Istirahat sebelum turun balik ke Paltuding.

Bibir kawah Ijen dan danau yang tertutup asap belerang.

Matahari sudah meninggi saatnya balik ke Paltuding

Turun dari kawah Ijen dengan jalur yang curam cukup membuat lutut lelah karena kontur jalur yang licin dengan bebatuan yang kecil, mungkin lebih enak di bawa lari sekalian. Saran saya pakailah sepatu hiking semata kaki, sehingga bisa menahan jari untuk tidak bergesekan langsung dengan ujung sepatu sebab sudah di tahan di mata kaki. Sampai Paltuding jam 07:00 am. Terima kasih untuk Mas Hari sudah nge lead dengan baik dan bisa komunikasi dengan penambang lain sehingga team bisa sampai dan berfoto di blue fire. Saya sendiri ga sampai ke titik blue fire karena stock masker kurang. Jadi saya sekitar 200 meter dari blue fire.

Setelah sampai Paltuding balik ke penginapan, mandi, istirahat dan sarapan. Langsung lanjut ke Taman Nasional Baluran! Yeah! Inilah hamparan savana terluas di Pulau Jawa, membuat Anda yang berkunjung ke sini serasa berada di Afrika. Di Baluran tersaji sungguhan alam menakjubkan ketika ratusan rusa berlarian menuju kubangan air, merak jantan melebarkan ekornya untuk menarik perhatian sang betina, puluhan kerbau besar yang gagah, belasan elang mencari makan, hingga lutung dan makaka yang bergelantungan. Belum lagi pepohonan khas Baluran yang mirip pohon pinang dan berbuah sekali seumur hidup sebanyak 1 ton untuk kemudian mati. Pohon pilang yang berbatang putih dan rimbun, bila Anda mengamatinya secara seksama maka mirip pohon di film “Avatar” serta pohon bekol yang rindang mirip beringin dengan nuansa magis. Menempuh perjalanan sekitar 4 jam berhenti untuk lunch di RM Oriental Purnama, Situbondo. 

Welcome to Baluran.

Dari depan jalan raya masuk ke dalam Baluran Pesanggrahan Bekol sendiri sekitar 1 jam. Dan melewati savana serasa di Afrika (ala ala film God Must Be Crazy). Sampai di penginepan langsung turunin barang dan menuju ke Bama Beach untuk makan, kantin cuman ada di Bama Beach ini. Dari penginepan ke Bama Beach sekitar 15 menit dengan mobil.

Welcome to Bama Beach

Bama Beach

Setelah makan dan nongkrong di pantai kita balik lag ke penginepan untuk istirahat karena besok akan trekking dari Bama Beach sampai ke Penangkaran Banteng Liar. Kita akan mengamati aktivitas hewan di Savanna Bekol dari menara pandang. Di penginepan area Baluran ini sangat banyak monyet liarnya. Tapi tidak menyerang dan cenderung pasif.

Baluran di pagi hari.

Baluran dari menara pandang.

Foto di savana sebelum sarapan.

Setelah bangun pagi langsung ke menara pandang dan sempat lihat rusa dan kijang. Tiba saatnya sarapan di bama sebelum trekking menuju penginepan melewati hutan dengan waktu tempuh kurang lebih satu jam.

Sarapan di Bama sebelum Trekking

Trekking dengan di pandu Polhut

Trekking dari Bama Beach ke penginepan kita ga bertemu hewan-hewan hanya nemu bulu merak dan jejak kaki kawanan banteng. Kalau buat aku sih fun banget tapi untuk sebagian orang mungkin perjalanan di jalur ini membosankan karena ekspetasi atau keinginan untuk liat hewan liar tidak terpenuhi. Dalam trekking ini juga dijelaskan secara singkat bahwa banteng liar itu sukanya minum air bersih tidak suka air keruh atau air yang sudah diminum duluan dengan satwa lain. Cieileh belagu amat nih banteng ya? hahahaha...

Penangkaran Banteng Liar dengan Pagar Listrik tegangan tinggi.

Setelah sampai ke penangkaran yang ternyata letaknya gak jauh dari penginepan, ambil gambar banteng, team balik ke penginapan untuk bersih-bersih untuk selanjutnya bersiap menuju Hotel Ibis Juanda Airport, Istirahat dan bobok agar besok pagi segar kembali ke Jakarta dengan flight Sriwijaya Air SJ 257 Surabaya - Jakarta. 

Baluran Trekking Area

Waktu cepat banget ya kalau yang namanya liburan, rasanya kurang aja. Tapi kita harus kembali ke rutinitas setelah berlibur untuk merenungi semua yang sudah kita lewati di tahun 2014 dan menyambut 2015 dengan segudang resolusi yang kalau perlu revolusi untuk mencapai cita cita.. Mainstream banget ya? Tapi kalau sedang berada di alam luas, puncak gunung, savana, kawah, kadang manusia baru berpikir tentang pencipta. Setelah sampai Jakarta dapat message dari Mas Indra (Tour Guide) :


Senang liat keluarga ini bisa menginspirasi! Dan sebagai penutup belum lengkap sebelum nyadur quotes kali ya? Kali ini saya mengutip kata-kata Terry Pratchett, A Hat Full Of Sky (Discworld, #32) :

 “Why do you go away? So that you can come back. So that you can see the place you came from with new eyes and extra colors. And the people there see you differently, too. Coming back to where you started is not the same as never leaving.” 



"It's impossible,"
said pride.
"It's risky,"
said experience.
"It's pointless,"
said reason.
"Give it a try,"
whispered the heart.

-Unknown

Monday, November 19, 2012

My lovely local lil dogz..

Tiga doggie gw ini mukanya ga berubah padahal umurnya udah 12 dan 10 tahun! Jangan2 anjing highlander.. ini Opik dan ga jauh beda sama opik lima tahun yang lalu....

Dan ini ipok.. juga ga jauh beda sama ipok lima tahun yang lalu.. walau agak gemukan..


Dan terakhir si Giman.. anak mereka bedua.. dan doggie yang paling aktif aka NAKAL.. Namanya sebenernya Hanoman karena pas lahir warna beda sendiri.. abu-abu buluk.. tapi Oma (R.I.P) gw manggilnya Giman.. ya udh dah keterusan ampe gede.. tapi paling gemesin n lucu, and dia juga gak beda dengan giman lima tahun yang lalu.. tingkahnya masih kaya puppies..


Tahun depan yang sisa 3 bulan ini berarti sudah 13 tahun buat Opik-Ipok dan tahun yang ke 11 buat Giman..

Thursday, November 15, 2012

Hong Kong Trip 21-26 October 2012

Hong Kong Trip kali ini judulnya Training.. dan semua peserta beda-beda country, Trainernya dari Israel, pesertanya dari Indonesia, Singapore, India, Australia, China, dan Philipines.. Multinational class!


Kebetulan Trainer yang orang Israel ini menganut agama Yahudi yang notabene "agak vegetarian" atau biasa di sebut Kosher. Kosher hampir sama dengan Halal. Jadi dia tidak makan daging tertentu, tapi masih makan Ikan dan konsumsi telur. Sedang teman yang dari India hanya tidak makan sapi saja. Mereka sempat mengira gw gak makan daging karena takut itu babi.. dan mereka taunya orang Indonesia gak makan babi (Belum pernah ke pasar-pasar di Menado kali ya orang-orang ini?). Setelah gw jelasin akhirnya mereka baru ngerti kalau gw vegan, dan ternyata beda veggie dan vegan pun mereka ga ngeh.. heheheh


Saya juga menemukan resto Padang sebagai pelipur lara para TKI yang merindu masakan ber-bumbu ala Indonesia.. Tapi harga yah relatif mahal, etapi TKI disini makmur juga, jalan-jalan pake Iphone, sepatu DocMart, dan modis.. Saingan sama pekerja dari Philippines! :)


Ada juga sejenis warteg, tapi lebih teratur and bersih lah, disini harganya lumayan bersahabat dan yang pasti HALAL.. coz untuk cari makanan halal itu memang susah di Hongkong, KFC dan McD aja masih ada Porkie Porkie nya..



Karena scheduled yang ketat dan dengan target harus lulus, makanya gw ga sempet kelayapan walau udah banyak yang pesan ini itu. sorry mamen :). Tapi selama gw di Hong Kong sering liat doggie ini yang ramah sama orang-orang lalu lalang, gak jail, gak gigit, baik banget deh.. ini penampakannya :


Di hari pas mau pulang, karena jam keberangkatan pesawatnya sore, so gw checkout dari Hotel (Ramada Hotel) langsung ke Hongkong Station dan ada jasa penitipan laguage. Lumayan bisa muter-muter. Gw coba untuk nyariin pesenan temen (sepatu!!!) ke Casueway Bay. Ternyata agak sulit juga nemuin Saucony Vegan Jazz di hongkong, malah nemu vans, asics, and adidas yang rare.. Malah ada Clarks yang edisi 40 tahun Tojan Records!.. And menariknya lagi sering ketemu TKI berbahasa jawa medok dan mereka funky plush trendi.. Sabtu-Minggu mereka libur boleh main-main ke taman dan jalan-jalan.. Gw nemuin beberapa spot yang Indonesia banget. Misalnya di "Dapurku" ini menyediakan jasa pengiriman uang untuk TKI dan tanpa potongan.


Di Hong Kong ternyata barang yang di jual itu bebas pajak, ga terlalu jauh harganya dengan kalo beli di dalam Airport, so banyak yang kalap belanja di sini. Gw ga nemuin pesenan teman gw, beli beberapa ole-ole dan langsung balik ke Hong Kong station, naik kereta super cepat and lewat bawah laut (karena Airport beda pulau dengan Hong Kong). Ada satu yang beda Hong Kong 2012 dengan terakhir gw ke HK itu 2008. Dulu orang-orangnya sangat amat tertib dengan rambu-rambu. Pejalan kaki yang mau nyebrang aja tengah malam ga ada mobil sama sekali berenti nunggu sampe hijau dan boleh jalan. Kalau sekarang gw agak heran, banyak yang nerobos trafic light. Pejalan kaki nyebrang seenaknya. Mudah-mudah bukan karena ketularan para TKI ya.. hehehehe

Philippines Trip 7-11 September 2012

Baru datang kantor langsung di tanya.. "Ntar sore lo bisa ke Philipines?"... kaya ke Bandung aja ya? pake travel? 2 jam? hehehe.. ok hajar bae.. work overseas ya harus siap kapan aja untuk support team dari belahan dunia lain.. Toh asik juga bisa traveling.. Tapi pengalaman kalo namanya bisnis trip.. bener-bener ga ada waktu look look see see lah.. kerja... sukur-sukur semuanya bisa up cepat.. nah ada sisa waktu khan? itu bisa disikat! :)


Jakarta - Manila makan waktu sekitar 4.5 Jam.. begitu sampai sudah malam banget, istirahat.. Nama hotelnya St. Giles Hotel.. Hotel keren and kalau ke lokasi bisa jalan kaki sekitar 15 menit. Besok paginya langsung tancep gas poll.. and have a dinner with the guys.. Bernard and Lynel.. mereka yang support and nemenin selama instalasi di sana.


Selama Instalasi ternyata ada beberapa part yang kurang, n makan 1 harian penuh untuk dapat DB9-Female Connector man! ga tau apa karena emang ga jual atau ga nemu tempat yang pas.. akhirnya sedikit improve and ace hardware menyelamatkan gw, bisa ngumpulin bahan n dirakit n jadi! Jadi kangen ama kenari n Glodok jadinya... Oiya ada satu sobat lama yang gw inget dia kerja di Manila.. dia juga salah satu "penyelamat" gw.. walau yang gw heran niy ya.. dia juga belum begitu ngerti jalur-jalur di Manila.. at least temu kangen sobat lama lah ya...


Pras inilah yang nemenin gw muter-muter manila nyari semua yang gw butuhin.. and dia sempet-sempetnya request kalau minggu dia cuman mau istirahat.. emang rada nyebelin orang satu ini.. Semuanya udah lengkap, instalasi smooth.. yah adalah beberapa kendala dari custom.. ga jauh beda rupanya ama custom dimana mana.


Selama instalasi di The Enterprises Building burung dara ini ngintip2 terus kaya nemenin.. miss you so much dear :) . Setelah semua selesai masih ada seharian waktu lowong.. gw mampir ke teman PeTA Asia Pacific yang kebetulan bermarkas di Philippines - Unit 706, Fedman Bldg, 199 Salcedo Street, Legaspi Village. Gedung tua, tapi begitu masuk ke dalamnya suasana hangat and Peta team di sana ramah-ramah


Di dalam kantor sempet kaget juga ada Doberman yang gemuk dan gede. Tapi kayanya gak galak. Ternyata namanya Grace. Dan jinak banget, and makanannya veggie dog food!



Pulang dari sana, lookin around Manila dengan pedestrian yang amat sangat nyaman, tanpa motor yang seliweran di jalur pedestrian kaya di Jakarta.. ternyata emang banyak yang bawa doggie kemana-mana.. Bahkan di mall juga ada yang bawa doggie nya. Trus ketemu satu cewe malah bawa 3 hushkynya.. keren juga ini.. mana gede-gede bener lagi :)


Secara keseluruhan sebenernya Jakarta gak kalah heboh lah, cuman mereka lebih sadar kebersihan, tertib, dan yahh hampir sama lah. Muka-mukanya juga hampir sama, gw aja di ajak ngomong tagalog melulu secara muka orang-orang di Manila sama kaya di Jakarta.. yah namanya juga satu rumpun ya?

Asik lah bisnis trip kali ini, system up successfully, semua happy, and bisa maen ke PeTA walau gak sempat ketemu temen PeTA gw si Rochelle. Rochelle ini yang bareng Demo di KFC Kemang tahun 2006. Dan gw harap kapan-kapan bisa maen ke Philippines lagi.. i hope..